Senin, 27 Maret 2017

Kapan... ?

Kapan menikah?
Kapan punya anak?
Kapan punya adik?
.
.

Pertanyaan2 seperti ini kerap ditanyakan oleh orang2 yang merasa sudah melalui fase2 menikah, punya anak, atau memiliki anak lebih dari satu.
.
.

Ketika dijawab dengan sopan pun, si penanya malah ada yang tanpa empati bertanya lebih jauh hal2 yang membuat saya heran.
.
.

- Pake KB ya?
- Jangan KB lah. Sudah waktunya punya adik tuh.
- Udah, jangan sibuk terus. Kasian lho kl anakmu nggak ada temannya.
- Nggak kesepian?
- Nanti keburu tua, lho. Kasian anakmu kalo masih kecil ternyata orangtuanya sudah tua.
- Masak kalah sama si anu dan inu sih?
.
.

Oh ternyata, bersikap lembut dan sopan bukanlah opsi untuk merespon pertanyaan2 yang dilontarkan.
.
.

Tahukah teman, pertanyaan2 tersebut kadang/sangat melukai orang yang kita tanya? Mengapa hal2 bersifat pribadi seperti itu harus ditanyakan dan menuntut jawaban/penjelasan?
.
.

Sebenarnya apa motif kita menanyakan hal tsb?
- Tulus bertanya?
- Ingin tau?
- Prihatin?
- Merasa lebih bahagia?
- Merasa sudah memiliki fase yang lebih tinggi?
- Ingin membantu/memberi saran?
- Atau apa?
.
.
Jika motivasi Anda jauh dari manfaat, tahan diri untuk menanyakan hal2 yang sudah masuk ke ranah pribadi orang lain.
.
Tempatkan diri Anda di posisi orang yang akan Anda tanya.
.
.

Kita tidak tahu bagaimana kondisi orang tersebut saat kita bertanya. Bisa jadi ia sedang berjuang utk mendapatkan pasangan, anak, dll. Bisa jadi memang ia tidak ingin menikah, tidak ingin punya anak, ingin anak satu saja, dll. Atau bisa jadi memang tidak perlu semua orang tahu apa alasan mereka mengambil keputusan terkait kehidupan pribadinya. Hidup juga bukan perlombaan.
.
Bukan berarti diri kita lebih unggul ketika kita sudah menikah, memiliki 1 anak, atau memiliki anak lebih banyak.
.

Oh ya, satu lagi, pertanyaan2 seperti ini juga lebih sering ditujukan kepada perempuan.
.
so.....
Memang hak2 perempuan masih sering terabaikan. Tekanan sosial juga lebih tinggi pada kaum perempuan.

Mari budayakan empati dan saling menghormati. :)

By. Theo IDeo Creativa

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2015 dinART (dinar's ART) ^_^