Featured

Senin, 17 Juli 2017

Bullying yang tanpa disadar

Akhir2 ini, Lagi santer bullying yang dilakukan oleh mahasiswa Gunadarma dan SMP di Thamrin city.
.
Dan semua orang di sosail media, menjadi pembela korban.
.
Salah kah?
.
TIDAK SAMA SEKALI.
.
Namun disini saya ingin membuka sisi lain, yang bisa saja, kita yang demen koar2 pembelaan terhadap bullying yang terjadi di sosial media, .... eh ternyata tanpa sadar menjadi pelaku bullying itu sendiri.
.
Bingung?
.
Baik, akan saya buka kembali, lembaran yang biasa terjadi di lebaran kemarin ya.
.
Saya yakin, tidak semua orang melakukannya, namun saya yakin, banyak orang memandang hal ini adalah "budaya" biasa, ketika kumpul keluarga.
.
.
_______________
Ada yang sadar kah???',
.
.
kalau,
.
.

pertanya2an tentang, "kapan",

Lalu diteruskan menjadi
"udah tua, ga laku2" ,
"udah tua, ga' punya anak" ,
, "nanti mati sapa yang urus" ,
, "hidup apa gunanya kalau ngga punya anak"..
.
.
.

...termasuk bullying??
(*bullying verbal, by the way)
.
.
.

Oh, mungkin kebanyakan akan menjawab,
.
"ah...tak perlulah sesensi itu"...." itu cuma bentuk perhatian basa basi".....
.
.
.
Oooh, jadi.... karena sudah terbiasa melakukannya, shg dianggap bentuk "rasa perhatian"?
.
.
Oke. Jika jawabannya IYA, maka Jangan heran, jika kelak akan banyak orang mendadak tidak nyaman dan tertekan, setelah kumpul keluarga/teman.
.
Merasa rendah diri, tidak berdaya, gusar,  stress, dan menjauh scr sosial.

Kamis, 13 Juli 2017

Workshop di TunjunganPlaza

Hari Senin tanggal 10 Juli 2017, saya mendapat kesempatan mengisi workshop doodle di totebags bersama GRAMEDIA Tunjungan Plaza surabaya.
.

.

Dibawah ini, 

Bukan penampakan saya yang lagi nyanyi. 

Bukan pula, lagi ceramah keagamaan. 

.

Percaya lah, saiyah belum semumpuni itu 😂😂

Ketahuilah,

.

.

 

hampir di setiap detik2 pertama berbicara di depan khalayak, saya selalu merasa ....."duh ini ntr gue ngomong apa ya", ....oleh karenanya di detik awal2 selalu mulut belibet.

Eh, 

Tapi setelah, 10 menit berjalan, malah 'udah ngga kekontrol ni mulut .. , cuap-cuap kemana2. 😂😂😂

Semoga cuap2nya berfaedah ya. 

.

Itu!

.
.
.
Salah satu, yang membuat bahagia saat workshop atau pameran adalah, 
Saya selalu punya kesempatan menambah sodara baru. 
.
.
Semua peserta workshop saya, saya anggap sodara baru semua. 
.
Namun kali ini, ada yang berbeda. 
.
________
Datanglah seorang perempuan menghampiri, 
Bernama Ika, yang ternyata dia adalah teman facebook saya sejak lama. 
.
Tapi baru sekarang, bisa ketemu. 
Istilahnya "meet up!" 
.
Di facebook, jujur kami, jarang interaksi.
Krn saya cukup selektif untuk komen di postingan orang lain. 
*Kalau ngga penting2 amat, saya ngga komen lah ya. 😧😧

Jadi ya interaksinya, cuma sesekali. 
.
MasyaAllah, 
saat meet up, saya tidak menyangka, ada yang sebegitu bahagia banget ketemu dengan saya. (*benerin poni)
.
Dan , kita langsung heboooh sendiri. 
.
Padahal saya ngga sekelas kesholehan, Muzamil Hasbalah loh. Ataupun setenar Raisa. Ngga sama sekali. 
.
Saya cuma sekelas Alisia subandono.
(*eaaaa)
(*IYA-in aja plis. Itung2 amal). 
.
.
Ika ini membawa anaknya yang berusia 16 tahun (*foto ber3 paling kanan)
.
Dan, 
MasyaAllah, saya langsung merasa klop. Dan saya jadi merasa seumuran. 😂😂😂
.
.
Dan sejak detik itu sampai workshop selesai, saya sukses diangkat jadi anak mbarep yang beda cuma 1 tahun. 
(*Alhamdullilah, lumayan berlaku 2 jam😂)
________
.
Bahkan Ada lagi loh, 
namanya Maria, teman facebook juga yang baru sekali meet up pada hari itu, 
ia datang jauh2 dari Makasar , sodara....sodaraaaaa....
.
MasyaAllah, ... SubhanaALLAH.....😍❤

Tapi sebelum kelewat GeEr,  

ternyata dia datang ke Surabaya juga untuk mengunjungi keluarganya kok. 😂😂😂😂

*Sama Maria fotonya jarang, karena Maria bukan tipe manusia demen foto2.
_______

BERSYUKUR sekali,

Baru pertama kali bertemu, rasanya bagaikan sudah bersua bertahun-tahun. 

.
Semoga bisa selalu menjadi sodara dalam kebaikan. Amiin. 

(Foto atas, Kiri = ika, kanan = putrinya (16 tahun))

Hidup bukan sekedar hidup!

Jika kalian seorang jomblo ataupun sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak,
.
Lantas banyak orang lain yang nyinyir dan sok bertanya,
.
Nanti mati siapa yang mendoakan.
Nanti tua, siapa yang urus.
Jika mati, kerja keras dan kekayaan akan buat siapa?
.
Maka, abaikan!
.
ingat ini,
Usia sungguh tak lama.
.
lagi2
Siapapun kamu,
.
Baik seorang jomblo ataupun seseorang yang di dunia belum dikaruniai keturunan,
.

Maka jangan tunda:
Berkaryalah!
Berinvestasilah untuk akhirat!
.
Tinggalkan teladan kepada siapapun yang mengenal kita selama hidup,
wariskan karya untuk umat. Untuk masyarakat.
.
ukirlah nama sehingga mampu dingat banyak orang,
.
perbanyak jariyah!
.
Dan pastikan, saat kita tiada, banyak hal yg mengalirkan pahala,

Ammin.

Rabu, 12 Juli 2017

Sedih-bahagia bagai 2 sisi mata uang

Ada sebuah rumah yang selalu saya lewati.
.
Rumahnya besar, tingkat, rindang karena banyak pohon, semuanya berkeramik, garasinya besar dan mobilnya selalu gonta ganti.
.
Pemiliknya jelas orang kaya.
.
Ketika melewatinya, saya selalu bertanya dalam hati, "kapan ya saya bisa memiliki rumah seperti ini?".
Dan berujung terjawab sendiri, bahwa itu hanyalah angan-angan belaka.
.
Karena takdir Tuhan, tak sengaja saya kenal dengan pemilik rumah dan suatu hari, saya diajak main kerumahnya. "Makan kue", ajakannya.
.
Pertama kali masuk dari gerbang rumahnya, yang terlihat adalah garasinya yang bersih dan besar sampai ke belakang,...  sebesar rumah saya. 😂😂
.
"Wah, bisa dijadikan toko atau main tennis nih", pikir saya.
.
Di pekarangan rumahnya terdapat gazebo. Rumput-rumput pun terlihat rapi sekali ditengah bangunan rumahnya yang berkeramik. Jelas terlihat pembantunya tidak cukup 1 orang. 😂😂😂
.
Masuk dari pintu depan, saya masuk ke ruang tamu. Setelah ruang tamu terlihat ruang tengah yang luas sekali. Lebih luas dari ruang tamu.
.
Asumi saya, ruang tamu, untuk menerima tamu yang hubungannya kurang dekat, dan hanya sebentar. Sedangkan ruang tengah, untuk tamu yang hubungannya dekat, seperti sodara, dan bersandang dalam waktu agak lama.
.
Bukan hanya berkunjung 15 menitan seperti saya.
Yang hanya sekedar basa basi makan kue.
.
Jadi jelas, posisi saya hanya sampai ruang tamu. 😂
.
Di ruang tamu terdapat toples-toples kue, yang mengingatkan saya akan alm.nenek yang selalu menyediakan kue toples di rumah untuk jaga-jaga kalau-kalau ada tamu datang.
.
Ketika toples di buka, ada macam-macam jenis kue. Kue alm.nenek di rumahnya, jelas tidak semeriah ini, pikir saya.
.
Sambil sesekali ngobrol basa basi, saya memakan kue.
.
Mata saya sambil sedikit-sedikit (*supaya tidak kelihatan), melihat sekeliling rumah dari ruang tamu.
.
Di dekat ruang tamu, ada tangga ke atas.  Bersih. Dari keramik juga.
.
Tak sengaja, saya bertatapan dengan mata yang juga menatap saya dari atas. Nampak mengintip diam-diam.
.

Kurang begitu jelas, wajahnya seperti apa. Tapi jelas matanya sedang menatap saya.
.
Sekilas, wajahnya mirip anak-anak.
.
Seketika reflek saya, langsung tersenyum kepadanya.
*Ya sebagaimana kita bertemu dengan anak-anak yang menatap kita, bukan.
.
Dan ternyata diapun nampak tertarik karena respon saya, sehingga membuat ia jadi turun kebawah, perlahan-lahan.
.
Sampai di bawah, tak saya duga, ternyata anak tersebut adalah anak spesial. Anak berkebutuhan khusus. Wajahnya seperti anak down syndrome.
Entah berapa usianya, wajahnya putih. Namun perilakunya jelas tidak seperti orang biasa.
.
Dan ketika anak tersebut turun, pemilik seketika kelabakan. Seakan kaget melihat anak tersebut ada di situ dan kehadirannya nampak tak diinginkannya.
Tangannya menunjukkan, bahwa ia tidak boleh ke area ruang tamu.
.
Sekejap kemudian, dari atas, nampak ada seseorang membututi. Baby sisternya mungkin, pikir saya. Dan memegang dengan erat anak tersebut dan berusaha membawa nya kembali ke atas. Tapi sang anak menolak. Badannya tetap tak mau bergerak.
.
Akhirnya karena dalam kondisi "serba salah", saya pun bertanya, untuk sekedar basa basi kenalan,

"ini.......?"
Dengan nada bertanya, sambil menjulurkan tangan untuk kenalan.
.
pemilik rumah langsung tanggap, menjawab namun , belibet. 😂
.
Entah apa yang dikatannya sehingga saya sudah lupa.
.
Pokoknya dia semacam bilang, kalau anak tersebut adalah anaknya, atau anak adiknya atau malah adiknya sendiri, entahlah...saya lupa....
Intinya, seputaran itu...😂😂
.
Saya lupa.
.
Sikonnya langsung berubah.
Saya jadi serba tidak enak.
.
Karena sang anak tidak mau ke atas atas anjuran pemilik dan orang yang mmbututinya dari atas tadi, akhirnya pemilik rumah berkata,
.

"sudah. Sana...sana...jangan ke sini. Nanti orang-orang takut lihat kamu".
.
Jleb#
.
Oh begitu ternyata.
.
Asumsi saya, anak ini memang sengaja disembunyikan.
Mungkin malu, kalau orang lain mengetahui.
.
Saya hanya ber-Oooo panjang dalam hati.
.
Akhirnya sang anak menurut. Dan kembali ke atas dengan orang yang tadi membututinya dari atas.
Dan sang pemilik rumah, mengancurkan kita melanjutkan pembicaraan dan kegiatan yang tadi terhenti.
.
Tidak lama, saya disana.
Mungkin sekitar 15 menit saja, lalu pulang.
___________
Sepulang dari rumah tersebut, padangan saya terhadap rumah tersebut tidak lagi sama.
____________
Bahwa, benar.
Setiap rumah, memiliki ceritanya sendiri.
.
Tak saya sangka, rumah yang selama ini saya kagumi dari luar. Ternyata di dalamnya memiliki cerita tangis dan sedih yang tak semua orang tau.
.
Rumah yang tampak megah dari luar, Seindah apapun rumahnya, serapi apapun tatatanan tamannya, dan segonta ganti apapun mobilnya, didalamnya tak luput dari kisah sedihnya sendiri. 
.
Maka selalu ingat,
.
bahwa ketika kita sedih, kita tidak sedih sendirian.
Disetiap rumah, semua org pasti  mengalaminya dg level yang samaa namun dg situasi berbeda.
.
Jangan mudah iri dengan kehidupan orang lain hanya karena kita melihatnya dari luarnya saja.
Karena bisa jadi, kehidupan yang nampak indah tersebut menyimpan 1001 duka yang kita tidak pernah tau.
.
Takdir memang bukan kita yang tentukan.
Tapi , kita yang harus jalani dengan penuh kekuatan dan ketakwaan.
Dan biasanya, ... orang lain yang akan komentari 😂😂😂😂😂
(*hukum alamnya begitu)
(*garuk2tanah)
.
.

Semoga cerita ini bisa diambil pelajaran. Dan mampu menguatkan kita, dalam menjalani hari-hari , dengan tingkat sedih masing-masing.
.

Minggu, 18 Juni 2017

Cari-cari kekurangan orang? Semoga bukan kita

Akan selalu ada orang yang selalu lihai sekali mencari-cari kekurangan orang lain, dan di blow up besar-besaran seakan-akan yang dibicarakan tersebut, tidak lagi punya keunggulan dan manfaat.
__________________

Manusia memang paling mudah mencari kesalahan dan kekurangan orang lain.
Tapi kadang malah butuh bantuan orang lain untuk melihat kekurangan diri sendiri.
.
Manusia memang paling hueeebat sekali untuk menjadi hakim yang tajam bagi orang lain, tapi mendadak menjadi hakim yang tumpul untuk kekurangan dirinya sendiri.
.
.
_____________

Kita ambil contoh,
.
1. Si X, adalah wanita sukses. Mampu berprestasi maksimal dibidangnya, berbagai penghargaan diraih, tapi sampai di usianya yang kepala 4, ia belum juga menikah.
Maka, akan dengan mudah orang lebih fokus terhadap kekurangannya, dan diblow up ke mana-mana, seakan-seakan hidupnya tidak ada manfaatnya di dunia.
.
Tidak percaya?
Pernyataan dan pertanyaan terkait, yang sering muncul, adalah =
.
.
"Kenapa belum menikah? Standarnya tinggi ya?"
.

"Duh, karir keren, tapi ngga laku-laku"
.
"Jangan fokus ke karir aja donk. Cari jodoh juga. Ntar.... Keburu badannya kadarluasa"
.
"Usia segitu, belum nikah juga. Nanti ga punya anak, baru tau rasa".
.
______________
(*Padahal, yang ngomong tidak pernah tau sejauh mana dia telah berjuang mendapatkan jodoh dan berusaha menikah di usia produktif sesuai standar masyarkat, namun takdir tetaplah Allah yang tentukan.
Syukur-syukur ngasih bantuan kek....eh,. Malah nyiyir.)
😐😐😐
______________
.
Contoh lain,
2. Si Y, seorang wanita, menikah, ibu rumah tangga, mampu berkarya dengan baik, mampu membagi waktu antara rumah tangga, dan tanpa diharapkan selalu membuat karya yang mampu membuat orang terinspirasi, begitupula suaminya. Tapi sudah 20 tahun menikah belum juga punya anak.

Maka, akan lebih banyak orang yang dengan mudahnya fokus dan membesar2kan sisi kekurangannya tersebut, seakan-akan ia tak lagi berguna untuk hidup.
.
Ga percaya?
Pernyataan dan pertanyaan, yang sering muncul, adalah ...
.
"Kok belum punya anak? Mandul?"
.

"Percuma, berkarya tapi ngga punya anak. Terus nanti diturunkan buat siapa"
.
"Percuma cari uang banyak-banyak tapi ga punya anak, terus uang nya buat siapa?"
.
"Percuma dikagumi banyak orang. Tapi tidak punya anak, nanti hari tua siapa yang urus?".
.

_______________

Ckckckckckck, ngeri.
Kok bisa-bisanya bicara seperti itu.
.
Seakan lupa,
Jikalau Allah berkendak.
"Kun Fayakun". Maka tidak ada yang tidak mungkin.
Misal,
Bisa saja, Yang tidak punya anak, ternyata dimudahkan meninggalnya. Sedangkan, yang punya anak, dibuat sakit menahun, dan anak-anaknya sendiri ogah-ogahan merawatnya. 😂😂 (*pengalaman saya pernah lihat sendiri)
.
Terus, Masalah berkarya akan diturunkan kepada siapa, bukannya kita hidup harus memperbanyak kebermanfaatan ya? Bukan malah, banyakin rumpi loh ya. 😂😂😂
.

Lantas, masalah harta dan kekayaan akan menjadi apa dan untuk siapa, ....
.eh, nah,....apa urusannya dengan situ, kecuali situ pengen juga. 😂😂😂
.
Lagian ya.
Orang yang ngga punya anak, biasanya akan lebih menginvestasikan hartanya untuk ummat loh. Misal, bangun mesjid, bangun sekolah, bangun panti jompo, dll.
Lah situ?
Jangan-jangan cuma bisa mbangun masalah. Dan, bangga 😑😑😑😑
________________

Dan masih banyak lagi, kejadian lain.
________________

Entah apa yang sedang dipikirkannya.  Orang-orang yang selalu mebcari dan memblow-up besar2an kekurangan orang lain,
.
Apa karena sudah memiliki fase kehidupan yang lebih baik, ........seperti sudah menikah di usia standar masyarakat, punya pasangan cantik/ganteng, sholeh/ah pula, memiliki anak yang sudah komplit laki-perempuan, tidak cacat, lucu-lucu pula, yang mampu tumbuh berkembang dengan baik, .... sehingga merasa berhak untuk bertanya, membuat pernyataan, dan menghakimi orang lain?
Begitu?
.
Ngeri kalau sampai jawabannya, IYA.
.
Hati-hati dengan sikap SOMBONG.
Sombong merupakan suatu penyakit hati yang mana pengidapnya merasa bangga dan memandang tinggi atas dirinya sendiri.
Dan itulah salah satu celah pintu terbesar setan memasuki diri.
setan akan menghias-hiasi seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
.
Dan berikut, bahaya sombong menurut hadist dan firman Allah,
.
Surah Al-Israa’ ayat 37 =
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong,karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung.”
.
.
Rasulullah SAW bersabda;

Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri. (H. R. Thabrani)
.
.
hadist Rasulullah SAW bersabda juga, yang artinya;

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (H. R. Muslim).
.
.
Al-Qur’an surah Luqman ayat 18, Allah SWT berfirman yang artinya:
.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

.
.
Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.” (H. R. Bukhari dan Muslim).
.
.
.

Nah,
Masih mau bangga, dengan sikap itu?
.
Silahkan, kalau mau menguji firman Allah dan tulisan hadist diatas.
Mangga saja. 😉😉😏😏😏
.
Tapi,
Semoga kita bukan salah satunya.
.
Semoga bukan kita, orang-orang yang bisanya mencari-cari kekurangan orang lain dan lupa akan kekurangan diri sendiri.
.
Semoga bukan kita, yang hobinya membuka aib orang lain dan senang melihat orang lain terkuak kekurangannya.
.
Semoga bukan kita yang menghabiskan masa hidup untuk melihat kekurangan orang lain dan menjadi dasar kebahagian diri sendiri.
.
Semoga bukan kita, yang selalu bangga ketika mampu menemukan sisi kekurangan pada diri orang lain.
.
😢😢😢😢😢
.
Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk menjauhinya sikap-sikap tersebut.
Aammiiinn.

Sabtu, 17 Juni 2017

Ramadhan 2017 : jiwa yang diberi petunjuk

Dipostingan sebelum ini,
Saya pernah sampaikan, bahwa,
Di bulan Ramadhan ini,
Saya bingung mau meminta apa, cerita apa, dan curhat bagaimana.
Karena mata ini selalu sembab, bila mengingat kebaikan-kebaikan Allah.
.

.
Jadi saya hanya minta, 

keistiqomahan dan kebermanfaatan usia, sehingga mampu menjadi mujahid tangguh (*jiwanya) di akhir zaman.
Yang selalu akan menjadi pembela agama Allah. Berpegang teguh pada syariat Allah. Amiiin. 

.
.
Yang apabila, dipecah menjadi beberapa bagian, maka salah satu doanya terkait didalamnya berupa,
__________________
"jadikan apa yg aku sampaikan mjd jalan bagi orang lain dalam mengingat Engkau". 


(*kebermanfaatan usia)

____________________
.

Dan tak selang beberapa lama setelah doa tersebut di munajatkan beberapakali,
.
Suatu waktu saya posting suatu tulisan di sosial media. 

.
Pilihannya saya dapati acak, dan 

kemudian ada teman saya yang komentar di postingan tersebut seperti ini,

____________________

"Aku tadi menanyakan hal ini kpd Allah dalam hati...dan begitu buka hp aku baca ini (*postingan saya) 😢"
.
____________________
.

Bisakah kalian rasa, bahwa Allah telah mengabulkan doa saya?
.
Saya bagaikan menjadi tangan panjang Allah dalam menyampaikan beberapa pesan, kepada orang-orang yang memang di beri pertunjuk.
.
It's just....  woow!!!..... for me.
😢😢😢😢
.

Tapi, kemudian....Bukan lantas membuat saya menjadi bangga diri...
Yang banyak saya rasakan disini malah sebuah rasa haru dan syukur. 
.
Kok Bisa secepat itu, Allah mengabulkan doa saya. Sedangkan saya merasa saya masih buanyak kekurangan dan sering kali lalai atas perintahNya.
.

Alhamdullilah, dengan seizin Allah,
.

Saya temukan lagi alasan (*dan berharap akan selalu menemukan alasan) untuk meneguhkan hati tentang, 


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
.
.

Ramadhan 2017


Orang-orang yang belum pernah merasakan keindahan dan perjalanan spiritual berislam, memang tidak akan pernah membayangkannya.
Bahwa hati ini, entah kenapa bisa sedemikian makin menjadi-jadi mencintai agama Allah.
.
Tulisan abal-abal saya inipun, mungkin tak bisa sampai disanubari orang yang tak pernah merasakannya. Apalagi yang tak pernah mempercayainya.
.
Tapi percayalah,
Ini benar adanya.
.
Awal cerita, Saya ingin memberitau bahwa saya merasa Ramadhan tahun ini,  penuh keberkahan.
.
Tahun ini,
saya memang sengaja mengurangi aktivitas jualan saya, untuk bisa fokus ibadah.
Bukan sok suci, sedangkan yang lain penuh dosa. 😂😂
.
Tapi, karena tahun lalu, saya merasa Ramadhannya kurang "berkesan" di jiwa. Karena saya cukup disibukan dengan hal-hal duniawi (*jualan, berkarya, dll).
.
Dan rasanya tahun ini jadi, berbeda.
.
Ketahuilah,
Di bulan Ramadhan tahun ini, saya melihat, mendengar, dan merasakan bahwa "jika kau meninggalkan sesuatu yang banyak mudarotnya hanya karena Allah, maka Allah akan memberikan keberkahaan yang besar di sisiNya", itu benar sekali adanya.
Bukan main-main.
Apalagi di Bulan Ramadhan yang penuh berkah.
.
Mungkin ini masih level dasar dibanding beberapa pengalaman spiritual teman-teman lain. Tapi, ini sangat menyentuh sanubari saya. Dan membuat saya selalu punya alasan untuk meneguhkan dalam hati bahwa,
"Nikmat Tuhan kamu Yang manakah, yang akan kamu dustakan".
.
.
Di Ramadhan tahun ini,
Saya merasa entah kenapa dan bagaimana ceritanya, kok bisa banyak sekali orang-orang yang membantu saya.
.
Bahkan Ketika hanya terbesit saja (*baru level niat) saya ingin beramal, eh ternyata keduluan sama orang lain, yang beramal ke saya.
.
Ketika baru saja memberi sesuatu pada orang lain. Eh, Tak lama (*dalam sehari itu. Bukan besok atau lusanya), langsung Allah beri kejadian dimana saya banyak diberi orang lain. Bahkan lebih banyak.
.
Ini membuat saya merinding.
.
Bahwa Ramadhan yang katanya bulan penuh berkah, itu bukan bualan.
.
Di bulan ini, apa yang kita niatkan dan lakukan untuk kebaikan akan dibalas berkali-kali lipat, dan SEGERA. bukan nanti-nanti. Tapi saat itu juga.
.
Saya merasa, bersyukur.
Dimana saya selama ini sungguh lalai terhadap Allah, eh tapi Allah benar-benar baik sekali. Seakan tidak mengungkit-ungkit kelalaian saya di 11 bulan yang lalu.
DIA memberikan keberkahan langsung, membalas kebaikan langsung, terhadap apa-apa yang saya lakukan.
.
Istilahnya, Allah tidak pandang bulu.
.
Dalam doa saya,
Saya sudah terlanjur bingung mau meminta apa, cerita apa, dan curhat bagaimana.
Karena mata ini selalu sembab, bila mengingat kebaikan-kebaikan Allah.
.
Tak lama, Akhirnya saya menyadari bahwa, Allah mengetahui segala isi hati.
Kita diam saja, Allah tau apa yang terpendam dalam sanubari.
.
Jadi saya hanya minta, keistiqomahan dan kebermanfaatan usia, sehingga mampu menjadi mujahid tangguh (*jiwanya) di akhir zaman.
Yang selalu akan menjadi pembela agama Allah. Berpegang teguh pada syariat.
.
Aaamiin.

_________________
Tak terasa,
Ramadhan akan berakhir sebentar lagi.
.
Sedih sekali, memang.
Tapi mau bagaimana lagi, karena sudah hukum alam, bahwa waktu tak pernah mau diam menunggu.
.
.
Kemudian Hanya ada 1 harapan,
.
semoga Allah mengizinkan kita, saya, kamu, kalian semua, dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya.
Aamiinn

Copyright © 2015 dinART (dinar's ART) ^_^