Featured

Minggu, 18 Juni 2017

Cari-cari kekurangan orang? Semoga bukan kita

Akan selalu ada orang yang selalu lihai sekali mencari-cari kekurangan orang lain, dan di blow up besar-besaran seakan-akan yang dibicarakan tersebut, tidak lagi punya keunggulan dan manfaat.
__________________

Manusia memang paling mudah mencari kesalahan dan kekurangan orang lain.
Tapi kadang malah butuh bantuan orang lain untuk melihat kekurangan diri sendiri.
.
Manusia memang paling hueeebat sekali untuk menjadi hakim yang tajam bagi orang lain, tapi mendadak menjadi hakim yang tumpul untuk kekurangan dirinya sendiri.
.
.
_____________

Kita ambil contoh,
.
1. Si X, adalah wanita sukses. Mampu berprestasi maksimal dibidangnya, berbagai penghargaan diraih, tapi sampai di usianya yang kepala 4, ia belum juga menikah.
Maka, akan dengan mudah orang lebih fokus terhadap kekurangannya, dan diblow up ke mana-mana, seakan-seakan hidupnya tidak ada manfaatnya di dunia.
.
Tidak percaya?
Pernyataan dan pertanyaan terkait, yang sering muncul, adalah =
.
.
"Kenapa belum menikah? Standarnya tinggi ya?"
.

"Duh, karir keren, tapi ngga laku-laku"
.
"Jangan fokus ke karir aja donk. Cari jodoh juga. Ntar.... Keburu badannya kadarluasa"
.
"Usia segitu, belum nikah juga. Nanti ga punya anak, baru tau rasa".
.
______________
(*Padahal, yang ngomong tidak pernah tau sejauh mana dia telah berjuang mendapatkan jodoh dan berusaha menikah di usia produktif sesuai standar masyarkat, namun takdir tetaplah Allah yang tentukan.
Syukur-syukur ngasih bantuan kek....eh,. Malah nyiyir.)
😐😐😐
______________
.
Contoh lain,
2. Si Y, seorang wanita, menikah, ibu rumah tangga, mampu berkarya dengan baik, mampu membagi waktu antara rumah tangga, dan tanpa diharapkan selalu membuat karya yang mampu membuat orang terinspirasi, begitupula suaminya. Tapi sudah 20 tahun menikah belum juga punya anak.

Maka, akan lebih banyak orang yang dengan mudahnya fokus dan membesar2kan sisi kekurangannya tersebut, seakan-akan ia tak lagi berguna untuk hidup.
.
Ga percaya?
Pernyataan dan pertanyaan, yang sering muncul, adalah ...
.
"Kok belum punya anak? Mandul?"
.

"Percuma, berkarya tapi ngga punya anak. Terus nanti diturunkan buat siapa"
.
"Percuma cari uang banyak-banyak tapi ga punya anak, terus uang nya buat siapa?"
.
"Percuma dikagumi banyak orang. Tapi tidak punya anak, nanti hari tua siapa yang urus?".
.

_______________

Ckckckckckck, ngeri.
Kok bisa-bisanya bicara seperti itu.
.
Seakan lupa,
Jikalau Allah berkendak.
"Kun Fayakun". Maka tidak ada yang tidak mungkin.
Misal,
Bisa saja, Yang tidak punya anak, ternyata dimudahkan meninggalnya. Sedangkan, yang punya anak, dibuat sakit menahun, dan anak-anaknya sendiri ogah-ogahan merawatnya. 😂😂 (*pengalaman saya pernah lihat sendiri)
.
Terus, Masalah berkarya akan diturunkan kepada siapa, bukannya kita hidup harus memperbanyak kebermanfaatan ya? Bukan malah, banyakin rumpi loh ya. 😂😂😂
.

Lantas, masalah harta dan kekayaan akan menjadi apa dan untuk siapa, ....
.eh, nah,....apa urusannya dengan situ, kecuali situ pengen juga. 😂😂😂
.
Lagian ya.
Orang yang ngga punya anak, biasanya akan lebih menginvestasikan hartanya untuk ummat loh. Misal, bangun mesjid, bangun sekolah, bangun panti jompo, dll.
Lah situ?
Jangan-jangan cuma bisa mbangun masalah. Dan, bangga 😑😑😑😑
________________

Dan masih banyak lagi, kejadian lain.
________________

Entah apa yang sedang dipikirkannya.  Orang-orang yang selalu mebcari dan memblow-up besar2an kekurangan orang lain,
.
Apa karena sudah memiliki fase kehidupan yang lebih baik, ........seperti sudah menikah di usia standar masyarakat, punya pasangan cantik/ganteng, sholeh/ah pula, memiliki anak yang sudah komplit laki-perempuan, tidak cacat, lucu-lucu pula, yang mampu tumbuh berkembang dengan baik, .... sehingga merasa berhak untuk bertanya, membuat pernyataan, dan menghakimi orang lain?
Begitu?
.
Ngeri kalau sampai jawabannya, IYA.
.
Hati-hati dengan sikap SOMBONG.
Sombong merupakan suatu penyakit hati yang mana pengidapnya merasa bangga dan memandang tinggi atas dirinya sendiri.
Dan itulah salah satu celah pintu terbesar setan memasuki diri.
setan akan menghias-hiasi seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.
.
Dan berikut, bahaya sombong menurut hadist dan firman Allah,
.
Surah Al-Israa’ ayat 37 =
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong,karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-gunung.”
.
.
Rasulullah SAW bersabda;

Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri. (H. R. Thabrani)
.
.
hadist Rasulullah SAW bersabda juga, yang artinya;

Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi.” (H. R. Muslim).
.
.
Al-Qur’an surah Luqman ayat 18, Allah SWT berfirman yang artinya:
.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

.
.
Para penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, kasar lagi sombong.” (H. R. Bukhari dan Muslim).
.
.
.

Nah,
Masih mau bangga, dengan sikap itu?
.
Silahkan, kalau mau menguji firman Allah dan tulisan hadist diatas.
Mangga saja. 😉😉😏😏😏
.
Tapi,
Semoga kita bukan salah satunya.
.
Semoga bukan kita, orang-orang yang bisanya mencari-cari kekurangan orang lain dan lupa akan kekurangan diri sendiri.
.
Semoga bukan kita, yang hobinya membuka aib orang lain dan senang melihat orang lain terkuak kekurangannya.
.
Semoga bukan kita yang menghabiskan masa hidup untuk melihat kekurangan orang lain dan menjadi dasar kebahagian diri sendiri.
.
Semoga bukan kita, yang selalu bangga ketika mampu menemukan sisi kekurangan pada diri orang lain.
.
😢😢😢😢😢
.
Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk menjauhinya sikap-sikap tersebut.
Aammiiinn.

Sabtu, 17 Juni 2017

Ramadhan 2017 : jiwa yang diberi petunjuk

Dipostingan sebelum ini,
Saya pernah sampaikan, bahwa,
Di bulan Ramadhan ini,
Saya bingung mau meminta apa, cerita apa, dan curhat bagaimana.
Karena mata ini selalu sembab, bila mengingat kebaikan-kebaikan Allah.
.

.
Jadi saya hanya minta, 

keistiqomahan dan kebermanfaatan usia, sehingga mampu menjadi mujahid tangguh (*jiwanya) di akhir zaman.
Yang selalu akan menjadi pembela agama Allah. Berpegang teguh pada syariat Allah. Amiiin. 

.
.
Yang apabila, dipecah menjadi beberapa bagian, maka salah satu doanya terkait didalamnya berupa,
__________________
"jadikan apa yg aku sampaikan mjd jalan bagi orang lain dalam mengingat Engkau". 


(*kebermanfaatan usia)

____________________
.

Dan tak selang beberapa lama setelah doa tersebut di munajatkan beberapakali,
.
Suatu waktu saya posting suatu tulisan di sosial media. 

.
Pilihannya saya dapati acak, dan 

kemudian ada teman saya yang komentar di postingan tersebut seperti ini,

____________________

"Aku tadi menanyakan hal ini kpd Allah dalam hati...dan begitu buka hp aku baca ini (*postingan saya) ๐Ÿ˜ข"
.
____________________
.

Bisakah kalian rasa, bahwa Allah telah mengabulkan doa saya?
.
Saya bagaikan menjadi tangan panjang Allah dalam menyampaikan beberapa pesan, kepada orang-orang yang memang di beri pertunjuk.
.
It's just....  woow!!!..... for me.
๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข
.

Tapi, kemudian....Bukan lantas membuat saya menjadi bangga diri...
Yang banyak saya rasakan disini malah sebuah rasa haru dan syukur. 
.
Kok Bisa secepat itu, Allah mengabulkan doa saya. Sedangkan saya merasa saya masih buanyak kekurangan dan sering kali lalai atas perintahNya.
.

Alhamdullilah, dengan seizin Allah,
.

Saya temukan lagi alasan (*dan berharap akan selalu menemukan alasan) untuk meneguhkan hati tentang, 


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
.
.

Ramadhan 2017


Orang-orang yang belum pernah merasakan keindahan dan perjalanan spiritual berislam, memang tidak akan pernah membayangkannya.
Bahwa hati ini, entah kenapa bisa sedemikian makin menjadi-jadi mencintai agama Allah.
.
Tulisan abal-abal saya inipun, mungkin tak bisa sampai disanubari orang yang tak pernah merasakannya. Apalagi yang tak pernah mempercayainya.
.
Tapi percayalah,
Ini benar adanya.
.
Awal cerita, Saya ingin memberitau bahwa saya merasa Ramadhan tahun ini,  penuh keberkahan.
.
Tahun ini,
saya memang sengaja mengurangi aktivitas jualan saya, untuk bisa fokus ibadah.
Bukan sok suci, sedangkan yang lain penuh dosa. 😂😂
.
Tapi, karena tahun lalu, saya merasa Ramadhannya kurang "berkesan" di jiwa. Karena saya cukup disibukan dengan hal-hal duniawi (*jualan, berkarya, dll).
.
Dan rasanya tahun ini jadi, berbeda.
.
Ketahuilah,
Di bulan Ramadhan tahun ini, saya melihat, mendengar, dan merasakan bahwa "jika kau meninggalkan sesuatu yang banyak mudarotnya hanya karena Allah, maka Allah akan memberikan keberkahaan yang besar di sisiNya", itu benar sekali adanya.
Bukan main-main.
Apalagi di Bulan Ramadhan yang penuh berkah.
.
Mungkin ini masih level dasar dibanding beberapa pengalaman spiritual teman-teman lain. Tapi, ini sangat menyentuh sanubari saya. Dan membuat saya selalu punya alasan untuk meneguhkan dalam hati bahwa,
"Nikmat Tuhan kamu Yang manakah, yang akan kamu dustakan".
.
.
Di Ramadhan tahun ini,
Saya merasa entah kenapa dan bagaimana ceritanya, kok bisa banyak sekali orang-orang yang membantu saya.
.
Bahkan Ketika hanya terbesit saja (*baru level niat) saya ingin beramal, eh ternyata keduluan sama orang lain, yang beramal ke saya.
.
Ketika baru saja memberi sesuatu pada orang lain. Eh, Tak lama (*dalam sehari itu. Bukan besok atau lusanya), langsung Allah beri kejadian dimana saya banyak diberi orang lain. Bahkan lebih banyak.
.
Ini membuat saya merinding.
.
Bahwa Ramadhan yang katanya bulan penuh berkah, itu bukan bualan.
.
Di bulan ini, apa yang kita niatkan dan lakukan untuk kebaikan akan dibalas berkali-kali lipat, dan SEGERA. bukan nanti-nanti. Tapi saat itu juga.
.
Saya merasa, bersyukur.
Dimana saya selama ini sungguh lalai terhadap Allah, eh tapi Allah benar-benar baik sekali. Seakan tidak mengungkit-ungkit kelalaian saya di 11 bulan yang lalu.
DIA memberikan keberkahan langsung, membalas kebaikan langsung, terhadap apa-apa yang saya lakukan.
.
Istilahnya, Allah tidak pandang bulu.
.
Dalam doa saya,
Saya sudah terlanjur bingung mau meminta apa, cerita apa, dan curhat bagaimana.
Karena mata ini selalu sembab, bila mengingat kebaikan-kebaikan Allah.
.
Tak lama, Akhirnya saya menyadari bahwa, Allah mengetahui segala isi hati.
Kita diam saja, Allah tau apa yang terpendam dalam sanubari.
.
Jadi saya hanya minta, keistiqomahan dan kebermanfaatan usia, sehingga mampu menjadi mujahid tangguh (*jiwanya) di akhir zaman.
Yang selalu akan menjadi pembela agama Allah. Berpegang teguh pada syariat.
.
Aaamiin.

_________________
Tak terasa,
Ramadhan akan berakhir sebentar lagi.
.
Sedih sekali, memang.
Tapi mau bagaimana lagi, karena sudah hukum alam, bahwa waktu tak pernah mau diam menunggu.
.
.
Kemudian Hanya ada 1 harapan,
.
semoga Allah mengizinkan kita, saya, kamu, kalian semua, dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya.
Aamiinn

Kamis, 08 Juni 2017

Kurangi menghabiskan waktu yang tak berguna

Oleh : Alwi bin Ali Alhabsyi
.
.

Ada suatu waktu yang mustajab untuk berdoa, dimana doa tersebut tidak akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdoa saat "menjelang berbuka puasa" dan "menjelang makan sahur".
.
.

Di Mekkah & Madinah, satu jam sebelum adzan maghrib orang-orang sudah menengadahkan tangan ke langit berdoa untuk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mereka berdoa dengan syahdu sepenuh keyakinan, sampai-sampai air mata mereka mengalir deras.
.
.

Kesalahan yang dilakukan kaum muslimin kita di sini (Indonesia) yaitu dengan menyia-nyiakan waktu yang sangat mustajab ini dengan cara ngabuburit menjelang adzan maghrib.
Kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka dan mereka sudah merasa cukup dengan hanya membaca, "Allahuma lakasumtu... atau dzahaba zhoma'u...", padahal isinya hanya mencakup berupa laporan dan ucapan syukur.
.
.

Setelah kita memahaminya, hendaknya minimal 10 ~ 15 menit sebelum adzan maghrib (sudah dalam keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dengan didahului puji-pujian kepada Allah dan bershalawat atas Nabi Muhammad SAW, karena Allah SWT menggaransi bahwa do'a-do'a tersebut akan dikabulkan)." Allah sesuai prasangka hamba kepada-Nya".
.
.

Manfaatkanlah waktumu bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka.
.
.

Berdo'alah untuk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita.
.
.

Ketahuilah betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mereka berdo'a kepada Rabbnya disaat menjelang berbuka.
.
.

Jangan sering melalaikannya dengan melihat program-program TV dan media lainnya di waktu-waktu yang mustajab yaitu menjelang berbuka dan menjelang sahur (2/3 malam).

Sehingga makan-minum, berpuasa, namun tak sempat untuk berdoa.
.
.

Semoga nasehat yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua yang belum mengetahuinya.

‎أمـــــين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
.
.

Rabu, 07 Juni 2017

Pekerja mulia

Tanggal 5 kemarin, dalam sehari saya sudah menulis banyak cerita.
.
Walau ceritanya "gitu-gitu aja" tapi hal tersebut membuat saya mager nulis lagi karena merasa sudah setor target tulisan kroyokan.
.
Ya itulah sifat manusia (*ngeles).
Target dibuat buat sendiri, dibuah ubah sendiri, kadang juga dilanggar langgar sendiri.
.
Semoga saya tidak termasuk (*wajah innocent).
.
Hari ini, di panas siang yang terik dan kondisi surabaya yang suhu udaranya tak pernah dingin, saya melakukan perjalanan naik motor dari Bandara (*sidoarjo) sampai ke Rumah PP.
.
Bagi orang lain, ini sih biasa.
Bahkan bisa lebih jauh jaraknya.
Tapi, Bagi saya yang imut dan lucu, ini baru pertama. (*tolong fokus di tulisan imut-lucu 😐)
.
Dalam keadaan berpuasa di kota yang panaaaas dan teriiiik sekali , lantas melakukan perjalanan jarak menegah dengan naik motor, itu ujian keimanan.
.
Ditengah perjalanan tenggorokan rasanya kering, mulut terasa kelu, bibir pecah-pecah, susah buang air besar (*eeh salah! Ini mah iklan!), dan
mata mulai redup karena terkena sinar ultraviolet matahari langsung.
.
Rasanya ingin segera melipir ke tukang jualan es degan pinggir jalan yang nampak melambai-lambai (*fatamorgana).
.
Tapi karena malu sama umur, (*yaa masaaaa mau puasa bedug siii...😑). Akhirnya dengan  penuh tenaga di sisa-sisa usia senja (*eh) melanjutkan perjalanan sampai rumah.
.
Sampe di rumah langsung nyalain kipas dan tepar sambil merem, lalu bangun-bangun ashar 😂😂.
(*buka aib)
.

Udah aja, ... gitu. 😑
.

.

Lalu, apa faedah dari cerita ini? 😯😯😯
.
Hmm...apa ya....jadi, gini.....
(*ehm...tampang serius).
.
Faedahnya adalah, saya jadi menyadari betapa besar perjuangan orang-orang yang mencari nafkah di jalanan.
(*tzaaaaah)
.
Tapi, Itupun kalau mereka puasa ya....😧😧😧
Eh tapi anggaplah dalam konteks ini mereka puasa ya sodara-sodara... . 😂😂
.
.
Salut euy.... sama tukang gojek, tukang sales, bapak-bapak marketing, tukang tagih, dll yang pekerjaannya dihabiskan di jalanan.  👏👏👏👏👏
Kuateun ... !
.
Untuk tukang gojek , saya pernah dengar bahwa mereka paling tidak harus 10 kali dapat orderan dalam sehari.
Woow kebayang kan mereka harus keliling-keliling kota sebanyak itu.
Saya saja yang hanya 2 kali putaran jarak sedang, eh sudah tepar.
*selain karena kondisi fisik saya dengan abang gojek jelas beda level 😂
.
.

Maka,
Jangan remehkan mereka.
.
Mereka bisa jadi lebih bermakna daripada kita yang kerjanya di gedung-gedung tinggi, dingin bersama AC tapi menghabiskan waktu kerja dengan banyak ngobrol dan bersosial media. Lalu tidak puasa pula.  😂.
.
Bahkan tukang sapu jalanan sekalipun. Mereka bisa jadi lebih mulia.
.
Mereka Menyapu jalanan, memperindah jalanan, sedangkan pengguna jalanan yang bermobil mewah-mewah itu, yang kerjanya di gedung-gedung AC bertingkat, dengan level jabatan paling tinggi, eeeh dengan seenaknya membuang sampah dan puntung rokok ke jalan.
.
Sungguh teganya.
.
.
Dan,
Jangan remehkan kekuatan mereka.
Mereka kekuatannya luaaar biasaaaa.
Perkasaaaa.
Saya, hanya butiran debu 😂
.
.
Doa-doa terbaik teruntuk mereka yang tiap harinya penuh peluh, tenggorokan kering, mata redup, berpuasa pula, dan menghabiskan waktu nya di jalanan.
.
.
Semoga Allah senangtiasa membersamai.
Semoga Allah memudahkan segala harapan-harapan dan cita-cita.
.
Amiin.
.

Senin, 05 Juni 2017

Berbukalah dengan yang cukup

Pernahkah merasakan, sewaktu buka puasa kita berpikiran, seperti...

"nanti pas buka puasa, pengen makan ini , pengen makan itu, del el el , ah..."
.
.

Pernah?
Sama.
Saya juga.
😂😂😂
.
.

Kebayang sekali ketika masih berpuasa, kita berpikiran dan membayangkan nanti ketika berbuka bakalan mau makan, siomay, pizza, bakso, balabala, gehu, hyaaa.....segalanya pokoknya semua2nya (*seakan) mau dimakan.
.
.

Eh..  tapi ternyata,
Pas adzan maghrib, segelas air putih saja sudah bisa melegakan dahaga.
.

Bahkan melihat makanan yang lainpun terasa tidak sesemangat tadi.
.
.
Maka dari itu, yang gemar membeli/membuat makanan begitu banyak untuk berbuka, saatnya dikurangi kebiasaan tersebut.
.
Jangan berpikirkan, ketika berbuka maka saatnya “balas dendam” dengan menghabiskan semua makanan.
Karena pada kenyataannya, mayoritas orang yang berpuasa, ketika berbuka cepat sekali merasa kenyang.
Akibatnya, banyak makanan terbuang sia2.
.

Padahal Allah memerintahkan kita untuk bersikap sederhana dan pertengahan (tidak boros dan tidak terlalu pelit). Sebagaimana Allah Ta’alaberfirman,

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. " (QS. Al Furqan: 67). (Taisir Al Karimir Rohman, 456)
.
.

.“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).
.
.
Terkadang masih banyak orang yang berpuasa, namun terlalu boros dan berlebihan, hal ini berarti puasa hanya sebatas menahan rukun-rukunnya saja. Menahan dari yang dapat membatalkan puasa, namun menahan dari yang memboroskan harta masih belum bisa.
.
.
Kisah dari Rasullulah, dulu, ketika waktu berbuka puasa, cukup dengan satu atau dua butir kurma ditambah dengan air putih.
Tidak berlebihan, dan inilah sunnah yang sesungguhnya.
.
.
Bulan ramadhan ini intinya merupakan bulan yang berkah, termasuk makannya, bukan banyaknya.
.

Mari sama-sama belajar.
.
.

*bukan Ustadzah
*bukan lagi ceramah
*foto = ilustrasi saya terhadap (*harapan) menu berbuka puasa 😂

Teman dalam kebaikan

Kali ini, saya Sedang berkhayal yang dituangkan dalam bentuk ilustrasi,

.
Ceritanya,
Saya bersama teman-teman saya, sedang main ke taman kota, sambil membawa ala tikar, camilan, buku dan obrolan seru.

Terlihat dalam ilustrasi kita sedang tidur-tiduran sambil memandang langit, dengan expresi masing-masing.
.

Sekilas lantas, Jadi teringat akan ulasan tentang ini.
.

Bahwa, sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri kita.
Cukup dengan melihat bersama siapa saja kita sering bergaul.
.
.
Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh.
.
Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya.
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِ ุฎَู„ِูŠู„ِู‡ِ ูَู„ْูŠَู†ْุธُุฑْ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูŠُุฎَุงู„ِู„ُ

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.
.

Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-Qรขsim, berkata, “Sifat manusia adalah cepat terpengaruh dengan teman pergaulannya". 
.

Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.
.
.
Alhamdullilah,
sampai dengan saat ini saya selalu dipertemukan oleh Nya dengan teman-teman yang selalu mengingatkan akan agama Allah.
.
Beberapa ciri2nya =

1. Saling mengingatkan dan saling menasehati dalam kebaikan.
2. Taat beribadah dan tidak gemar maksiat.
3. Tidak gemar membuang2 waktu utk hal2 tdk berfaedah.
4. Dapat berbagi ilmu dan buku-buku. Serta diskusi.
5. Menjaga Kehormatan Diri Dari Hal-Hal Yang Tidak Layak Menurut Pandangan Masyarakat
.
.
Masya Allah... terima kasih ya Rabb.

Copyright © 2015 dinART (dinar's ART) ^_^